Buy files of companies and Support the companies. All content are provided by non-affilated third parties.

Friday, 21 June 2013

Klasifikasi Ideologi

Assalamualaikum wr. wb. Selamat Siang semuanya, kali ini saya akan melanjutkan artikel tentang Pendidikan Kewarganegaraan ( PKN ) mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka.

B. Klasifikasi Ideologi
1. Pengertian ideologi Negara
  Dalam sejarah Identitas nasional, Ideologi menjadi salah satu faktor yang turut berperan besar, karena Ideologi juga memberikan dorongan dalam sejarah negara-negara di dunia. Dengan demikian apakah yang disebut sebagai ideologi? Simaklah uraian berikut ini. Menurut Franz Magnis Suseno, suatu ideologi dikatakan terbuka apabila memiliki dua hal, yaitu nilai dan cita-cita yang bersumber dari kehidupan budaya masyarakat sendiri, serta isinya tidak langsung dioperasionalkan. Berdasarkan dua hal tersebut, Pancasila memenuhi kriteria sebagai ideologi terbuka. Nilai-nilai Pancasila bersumber daripada budaya dan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi cause materialis dari Pancasila. Pancasila bukan ideologi asing bagi bangsa indonesia, contohnya ideologi marxisme atau komunisme dari Uni Soviet maupun ideologi liberal dari Amerika Serikat. Nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila merupakan nilai dasar yang tidak bisa langsung dioperasionalkan tetapi perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental.
  Istilah ideologi pertama kali diciptakan oleh Destut Detracy tahun 1796 di Prancis. Ideologi sebagai Science of ideas. Sebagai gagasan ide-ide yang semula merupakan sasaran pengkajian dalam science of ideas tentang ideologi dilakukan oleh Napoleon Bonaparte dan Karl Marx dengan sasaran kaum Borjuis di masa lalu. Lapisan dominan dalam masyarakat kapitalis tersebut oleh Marx dianggap telah membangun ideologi sebagai kesadaran palsu, merupakan rekayasa mental untuk membangun Status quo.
  Ideologi sebagai sitem pemikiran (system of thought), maka ideologi terbuka merupakan sistem pemikiran terbuka. Ciri-cirinya antara lain : nilai-nilai dan cita-cita tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan, rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Isinya tidak di operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi, peraturan perundangan lainnya. Oleh karena itu, setiap generasi baru dapat menggali kembali dasar Filsafat negara itu untuk menentukan apa implikasinya bagi situasi atau zaman itu masing-masing (Magnis suseno, 87). Oleh karena itu, ideologi terbuka sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Bangsa Indonesia senantiasa terbuka untuk proses reformasi dalam bidang kenegaraan, karena ideologi terbuka berasal dari masyarakat yang sifatnya dinamis, senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi masyarakat dalam mewujudkan cita-citanya untuk hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan.
  Manusia dalam mewujudkan tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabatnya, dalam kenyataannya senantiasa membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, manusia membutuhkan lembaga bersama untuk melindungi haknya. Dan dalam pengertian inilah manusia membutuhkan suatu negara.
  Negara sebagai suatu lembaga/organisasi hidup manusia senantiasa memiliki cita-cita, harapan, ide-ide, serta pemikiran yang secara bersama-sama merupakan suatu orientasi yang bersifat dasar bagi semua tindakan dalam hidup kenegaraan. Komplek pengetahuan yang berupa ide-ide, pemikiran-pemikiran, gagasan-gagasan, harapan serta cita-cita tersebut merupakan suatu nilai yang dianggap benar dan memiliki derajat yang tinggi dalam negara. Hal ini merupakan suatu landasan bagi seluruh warga negara untuk memahami alam serta menentukan sikap dasar untuk bertindak dalam hidupnya.
  Ideologi mencemirkan cara berfikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya melalui berbagai realisasi pembangunan. Selain sebagai sumber motifasi ideologi juga merupakan sumber semangat dalam berbagai kehidupan negara. Ideologi akan menjadi realitas manakala terjadi orientasi yang bersifat dinamis antara masyarakat bangsa dengan ideologi, karena dengan demikian ideologi akan bersifat terbuka dan astisipatif dalm arti senantiasa mampu mengadaptasi perubahan-perubahan sesuai dengan aspirasi bangsanya.
  Agar ideologi benar-benar mampu menampung aspirasi para pendukungya untuk mencapai tujuan dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara, maka ideologi tersebut haruslah bersifat dinamis, terbuka, antisipatif yang senantiasa mampu mengadaptasikan dirinya dengan perkembangan zaman. Inilah peranan penting ideologi bagi bangsa dan negara, agar bangsa dapat mempertahankan eksistensinya. Perlu dicermati pula bahwa setiap permasalahan yang berkaitan dengan Pancasila pada hakekatnya adalah masalah yang fundamental dalam arti langsung berkenaan dengan akar dan pondasi dari eksistensi negara dan masyarakat indonesia.
  Beberapa kalangan mendefinisikan istilah ideologi sebagai sebuah 'doktrin' yang ingin mengubah dunia. Ada juga yang mengualifikasikan ideologi sebagai sesuatu yang visioner, tapi lebih banyak lagi mengefaluasikannya sebagai sesuatu yang bersifat hipotesis, tak terkatakan, dan tidak realistis, bahkan lebih dari itu, adalah sebuah penipuan kolektif oleh seseorang atau yang lain, yang mengarah pada 'pembenaran' atau melegitimasi subordinasi satu kelompok oleh kelompok lain, dengan jalan manipulasi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan yang berhubungan dengan kekerasan sistematik dan teror yang kemudian berujung pada imperialisme, perang dan pembersihan etnis.
  Adapun pengertian ideologi menurut para ahli adalah sebagai berikut.
a. M. Sastrapratedja
 Ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur, ideologi mengandung beberapa unsur sebagai berikut :
-) Adanya suatu penafsiran atau pemahaman terhadap kenyataan
-) Setiap ideologi memuat seperangkat nilai-nilai atau deskripsi moral ( nilai-nilai moral )
-) Ideologi memuat sesuatu orientasi pada tingkatan, ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang termuat didalamnya.
b. Soerjanto Poespowardjo
 Ideologi adalah produk kebudayaan suatu masyarakat dan karena itu dalam arti tertentu merupakan manifestasi kenyataan sosial juga.
c. Edward Skills
 Ideologi adalah suatu institusional falsafah atau sebagai falsafah yang sudah dibakukan. ideologi mempunyai ciri sebagai rumusan yang lugas mengenai berbagai masalah, bersifat mengikat bagi para penganutnya, dan berkisar pada satu nilai dasar sebagai inti.
d. Alfian
 Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil. Mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai kehidupan. Dalam ideologi berisi keyakinan moral yang diwujudkan dalam pola kehidupan bersama untuk mencapai cita-cita.

Sekian artikel tentang Klasifikasi Ideologi yang saya bahas, kelanjutan artikel ini akan saya bahas pada postingan selanjutnya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi siswa-siswi SMA/SMK maupun bagi para pembaca setia jaliwir.blogspot.com
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, saya harapkan teman-teman bergabung bersama kami untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru seputar ilmu pendidikan, software, film anime, game dan masih banyak lain. Jangan sampai ketinggalan info terbaru kamu.

Sampai berjumpa lagi bersama saya @faobvb09 di postingan selanjutnya, mohon maaf jika ada kesalahan :D

0 comments:

Post a Comment