Buy files of companies and Support the companies. All content are provided by non-affilated third parties.

Thursday, 11 July 2013

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Assalamualaikum wr. wb. Selamat siang teman-teman walkers semua, selamat berjumpa kembali bersama kami di jaliwir.blogspot.com. Kali ini saya akan melanjutkan artikel tentang Pendidikan Kewarganegaraan ( PKN ) tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka, sebelumnya kita membahas .

A. Pancasila  sebagai ideologi terbuka
 Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri, yang merupakan suatu yang tidak logis. Suatu ideologi sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu dan bulat tanpa kontradiksi atau saling bertentangan dalam aspek-aspeknya. Pada hakikatnya berupa suatu tata nilai, dimanan nilai dapat kita rumuskan sebagai hal ikhwal buruk baiknya sesuatu. Dalam hal ini ialah apa yang dicita-citakan oleh bangsa indonesia.
 Sejak berkembangnya pemikiran demokrasi, orang telah mengembangkan keterbukaan di semua aspek kehidupan, lebih-lebih dalam bidang politik. Karakteristik keyakinan politik serta kultur politik modern menuntut adanya "perubahan yang terus menerus" bagi perbaikan hidup manusia. Idealisme kuno yang statis sudah lama ditinggalkan. Modernisme selalu berisi pemikiran-pemikiran untuk terus maju, kemudian disemua aspek hidup itu terus berkembang dalam suatu perdamaian, kebebasan, keadilan, kesejahteraan dan ketentraman., menentang serta mengeliminasi semua bentuk kemiskinan, penindasan, kekerasan, kejahatan, penyakit, dan ketidaktertiban. Selain itu, simaklah gagasan pancasila sebagai ideologi berikut ini.
1. Gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka
 Gagasan pertama mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka secara formal ditampilkan sekitar tahun 1985, walaupun semangatnya sendiri seseungguhnya dapat ditelusuri dari pembahasan para pendiri negara pada tahun 1945. Pandangan pancasila sebagai ideologi terbuka didorong oleh tantangan zaman. Sejarah menunjukan bahwa bila suatu ideologi tidak memiliki dimensi fleksibilitas atau kelenturan, maka ideologi itu akan mengalami kesulitan bahkan mungkin hancur dalam menanggapi tantangan zaman sebagai contoh adalah runtuhnya komunisme di uni soviet.
 Pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka tersirat di dalam penjelasan UUD 1945, antara lain disebutkan "maka telah cukup jika Undang-undang Dasar hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara kesejahteraan sosial terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedang aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuat, mengubah dan mencabutnya".
 Berdasarkan gagasan tersebut, dapat dipahami bahwa UUD 1945 pada hakikatnya mengandung keterbukaan, karena dasar UUD 1945 adalah Pancasila, maka Pancasila yang merupakan ideologi nasional bagi bangsa indonesia bersifat terbuka pula. Menurut Dr. Alfian, sebagai ideologi terbuka Pancasila memenuhi ketiga dimensi dengan baik, terutama karena dinamika internal yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, secara ideal-konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat, tangguh, kenyal, dan bermutu tinggi. Itulah sebabnya mengapa bangsa indonesia menyakini-nya sebagai ideologi yang terbaik bagi diri bangsa indonesia sendiri.

B. Perwujudan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
 Pancasila sebagai ideologi terbuka sangat mungkin mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyatnya sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideologi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun sebuah ideologi kalau tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, maka ideologi itu hanya akan menjadi utopia atau angan-angan belaka.
 Selain itu, Pancasila sebagai ideologi terbuka ini, senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak berubah, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang akan dihadapi dalam setiap waktunya. Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi Pancasila ini mengandung nilai-nilai sebagai berikut :
-) Nilai Dasar
 Nilai dasar merupakan nilai-nilai dasar yang relatif tetap ( tidak berubah ) yang terdapat di dalam pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat universal, sehingga di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ini dijabarkan dalam asal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 
 -) Nilai Instrumental
 Nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.
-) Nilai Praksis
 Nilai praksis merupakan realisasi dari nilai-nilai instrumental dalam suatu pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Pancasila sebagai ideologi terbuka ini memiliki tiga dimensi yang dikemukakan oleh Dr. Alfian Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi yaitu :
-) Dimensi Realitis
 Bahwa nilai-nilai ideologi itu bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup di dalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu benar-benar telah dijalankan, diamalkan, dan dihayati sebagai nilai dasar bersama dalam kehidupan sehari-hari.
-) Dimensi Idealisme
 Bahwa suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan. Ideologi tidak sekedar mendeskripsikan atau menggambarkan hakikat manusia dan kehidupannya, namun juga memberi arah pedoman masyarakat dan sekaligus memberi arah pedoman yang ingin dituju oleh masyarakat tersebut.
-) Dimensi Fleksibilitas
 Bahwa ideologi memiliki kehidupan yang memungkinkan untuk pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat dan jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.
 Berkaitan dengan ketiga dimensi tersebut, beliau juga mengungkapkan alasan bangsa indonesia meyakini Pancasila sebagai ideologi karena telah memenuhi ketiga dimensi tersebut, sehingga Pancasila merupakan ideologi yang tangguh dan bermutu tinggi.

Berdasarkan ketiga dimensi Pancasila sebagai ideologi terbuka, maka ideologi Pancasila :
-) Tidak bersifat utopis, yaitu hanya merupakan sistem ide-ide belaka yang jauh dari kehidupan sehari-hari secara nyata.
-) Bukan merupakan suatu doktrin belaka yang bersifat tertutup, melainkan suatu norma yang bersifat idealis, nyata, dan reformatif yang mampu melakukan perubahan.
-) Bukan merupakan suatu ideologi yang pragmatis, yang hanya menekankan pada segi praktis-praktis belaka tanpa adanya aspek idealis.
 Selain itu, Pancasila yang merupakan ideologi terbuka tersebut, juga memiliki prinsip selayaknya ideologi terbuka lainnya, yaitu sebagai berikut :
-) Merupakan kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan kesepakatan masyarakat.
-) Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri, ia milik seluruh rakyat, dan bisa digali serta ditemukan dalam kehidupan mereka.
-) Isinya tidak langsung operasional, sehingga setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka.
-) Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.
-) Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima watga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Terima kasih telah berkunjung kesini. Sekian artikel tentang Pancasila Sebagai Ideologi terbuka, mudah"an bermanfaat bagi teman-teman semua. 
Atas perhatiannya terima kasih!