Buy files of companies and Support the companies. All content are provided by non-affilated third parties.

Friday, 5 July 2013

Penggolongan Ideologi

Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi teman-teman walkers semua, kali ini saya akan melanjutkan artikel tentang Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka. Sebelumnya kita sudah membahas tentang Klasifikasi Ideologi, dan artikel yang akan saya bagikan kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya....

1. Peran Ideologi bagi negara
  Menurut pandangan ahli filasafat Prancis Jacques Ellul dan Prof. Dr. Paut Ricour, suatu ideologi memiliki peranan sebagai berikut :
a. Sebagai jawaban atas kebutuhan akan citra atau jati diri suatu kelompok sosial, komunitas, organisasi, atau bangsa
b. Untuk menjembatani 'founding father' atau para pendiri bangsa dan para generasi penerusnya
c. Menanamkan keyakinan akan kebenaran perjuangan kelompok yang berpegang pada ideologi tersebut
d. Sebagai suatu kode atau keyakinan para pendiri yang menguasai, mempengaruhi seluruh kegiatan sosial. Dampak negatifnya, orang akan terjerat dalam kondisi yang disebut 'restrang' (keadaan beku), di mana orang lain yang diberi ideologi sama akan dianggap kawan dan menganggap lawan terhadap orang yang memiliki ideologi lain.
  Jika kita mempelajari sejarah kemerdekaan berbagai negara, yang pada umumnya cukup lama berada di bawah penjajahan negara lain, maka ideologi dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita nilai, dan keyakinan yang ingin diwujudkan dalam kenyataan hidup yang nyata. Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan

2. Pentingnya Ideologi bagi negara
  Pentingnya Ideologi bagi suatu negara terlihat dari fungsi ideologi itu sendiri, seperti yang sudah diuraikan di muka. Di samping itu ideologi berfungsi mempersatukan orang dari berbagai keanekaragaman (agama, suku, bahasa, dan sebagainya ). Oleh sebab itu, ideologi juga berfungsi untuk mengatasi berbagai konflik atau ketegangan sosial.
  Dengan demikian, ideologi berfungsi sebagai 'solidarity making' dengan menangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi. Fungsi pemersatu tersebut dilakukan dengan merelatifkan keanekaragaman, misalnya dengan memakai semboyan 'kesatuan dalam perbedaan' dan 'perbedaan dalam kesatuan'

3. Penggolongan Ideologi
  Secara garis besar, ada dua penggolongan ideologi yaitu sebagai berikut :
a. Ideologi tertutup
  Ideologi yang rinci dalam bentuk yang ortodok dan konservatif. Ideologi yang tidak mau sama sekali menerima interpretasi-interpretasi baru, walaupun zaman dan masyarakat terus berkembang.
  Ideologi tertutup memiliki ciri khas adanya tuntutan mutlak berbagai ideologi yang memungkinkan hidup dalam masyarakat ini. Hal itu juga berarti bahwa orang harus taat kepada elite yang mengembannya, taat terhadap tuntutan ideologis dan tuntutan ketaatan itu mutlak dari nuraninya, serta tanggung jawab atas hak-hak asasinya. Kekuasaannya selalu condong ke arah total, jadi bersifat totaliter dan akan menyangkut berbagai segi kehidupan.
  Pemahaman dan penafsirannya cenderung dimonopoli oleh suatu kelas sosial tertentu di dalam masyarakat. Ketertutupan ideologi mencerminkan sikap totaliter suatu pemerintahan. Ideologi seperti ini bersifat statis, sehingga lama kelamaan akan bangkrut dan akhirnya akan dicampakkan, diganti dengan ideologi yang baru. Bubarnya USSR (Uni Soviet), Yugoslavia, Jerman Timur dan terjadinya perubahan di Polandia dan Cekoalovakia merupakan gejala yang faktor dominannya adalah ketertutupan ideologi

b. Ideologi terbuka
  Ideologi terbuka seperti yang dikembangkan bangsa indonesia senantiasa terbuka untuk proses reformasi dalam bidang ketatanegaraan. Di samping itu, ideologi terbuka senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan aspirasi, budaya maupun akselerasi dalam masyarakat untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat manusia. ciri khas terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri. Dasar ideologi Pancasila bukan merupakan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri. oleh karena itu, ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan sebaliknya masyarakat akan menemukan diri dan kepribadiannya di dalam ideologi tersebut. Sebagai suatu ideologi, Pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat formatif, dinamis, dan terbuka. Hal ini berarti bawha ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat

4. Perbedaan Ideologi Terbuka dengan Ideologi Tertutup

a. Ideologi terbuka 
-) Merupakan sistem pemikiran yang terbuka.
-) Berarti ideologi yang berinteraksi dengan perkembangan lingkungan sekitarnya.
-) Nilai-nilai dan cita-citanya bukan paksaan dari luar melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri.
-) Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang atau golongan melainkan atas dasar konsensus masyarakat.
-) Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara melainkan digali fan temukan dalam masyarakat sendiri.

b. Ideologi tertutup
-) Merupakan sistem pemikiran yang tertutup.
-) Berarti ideologi yang asudah mempunyai seluruh jawaban untuk kehidupan ini sehingga yang diperlukan hanyalah pelaksanaanya saja.
-) Merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan membaharui masyarakat.
-) Atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat.
-) Isinya bukan hanya cita-cita dan nilai-nilai tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkrit dan operasional yang keras yang di ajukan dengan mutlak.

Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamikan perkembangan masyarakat. Keterbukaan ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk untuk memecahkan masalah-masalah baru dan aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan tuntutan zaman.   

0 comments:

Post a Comment